Selasa, 24 Januari 2012

TENTANG EEPROM AT24C1024 DAN PENJELASANNYA

Posted BY:tonomaryono On24 January2012

Jika pada artikel sebelumnya sudah saya bahas bagaimana mengakses EEPROM internal, dalam beberapa kasus jumlah atau kapasitas 256 byte tidaklah cukup. Jangan kawatir, masih ada EEPROM lain, yang tentunya bukan internal, yang kapasitasnya lebih dari 256 byte.

Pembahasan EEPROM eksternal saya awali dengan memperkenalkan sebuah EEPROM AT24C1024 dari Atmel dengan kapasitas 1024 byte atau 1KByte, lumayan bisa menyimpan data 4 kali lipat dari EEPROM internal-nya PIC16F877. Namun yang lebih penting adalah antarmukanya menggunakan I2C, jadi sekalian belajar bagaimana membuat rangkaian dasar I2C dan membuat programnya sekaligus.

Pada Gambar 1 ditunjukkan contoh rangkaian antarmuka I2C dengan sebuah master (mikrokontroler), tiga slave (ADC, DAC dan mikrokontroler lainnya) dan (tidak lupa) dua buah resistor pull-up yang masing-masing ditempatkan pada kaki SCL dan SDA. Pada Gambar 2 ditunjukkan contoh IC AT24C1024.

Gambar 1

Gambar 2

Deskripsi AT24C1024

The AT24C1024 provides 1,048,576 bits of serial electrically erasable and programmable read only memory (EEPROM) organized as 131,072 words of 8 bits each. The device’s cascadable feature allows up to two devices to share a common two-wire bus. The device is optimized for use in many industrial and commercial applications where low-power and low-voltage operation are essential. The devices are available in space-saving 8-lead PDIP, 8-lead EIAJ SOIC, 8-lead Leadless Array (LAP) and 8-lead SAP packages. In addition, the entire family is available in 2.7V (2.7V to 5.5V) versions. (datasheet)

Fitur AT24C1024

  • Low-voltage Operation: 2.7 (VCC = 2.7V to 5.5V)
  • Internally Organized 131,072 x 8
  • Two-wire Serial Interface
  • Bidirectional Data Transfer Protocol
  • Write Protect Pin for Hardware and Software Data Protection
  • 256-byte Page Write Mode (Partial Page Writes Allowed)
  • Random and Sequential Read Modes
  • Self-timed Write Cycle (5 ms Typical)
  • High Reliability
  • Endurance: 100,000 Write Cycles/Page
  • Data Retention: 40 Years

Diagram Pin

Gambar 3

Deskripsi PIN

  • SERIAL CLOK (SCL): digunakan untuk memberikan detak sisi positif (L-H) ke masing-masing piranti EEPROM dan luaran detak sisi negatif (H-L) dari masing-masing piranti;
  • SERIAL DATA (SDA): merupakan pin dwi-arah saluran data serial. Pin ini bersifat open-drain dan dapat di-OR-kan dengan sejumlah piranti dengan open-drain atau open-collector lainnya;
  • DEVICE/ADDRESSES (A1): untuk menentukan alamat EEPROM yang bersangkutan, karena hanya 1 pin untuk alamat, maka hanya maksimal 2 EEPROM AT24C1024 yang bisa dirangkaikan (total 2×1024=2048byte);
  • WRITE PROTECT (WP): jika dihubungkan ke GND membolehkan operasi penulisan, sebaliknya jika dihubungkan ke Vcc, maka tidak diperbolehkan operasi penulisan, hanya pembacaan data saja.

Rangkaian antarmuka AT24C1024 dengan PIC16F877

Gambar 4

Contoh Program Pustaka

void write_ext_eeprom(int chip, long address, char data) {  i2c_start();  i2c_write(chip);  i2c_write((address >> 8) & 0x7F);  i2c_write(address);  i2c_write(data);  i2c_stop();  delay_ms(10); }
int read_ext_eeprom(int chip, long address) {  int data;  i2c_start();  i2c_write(chip);  i2c_write((address >> 8) & 0x7F);  i2c_write(address);  i2c_start();  i2c_write(chip | 0x01);  data = i2c_read(0);  i2c_stop();  return(data); }

Penjelasan

  • Ada dua fungsi yang kita definisikan disini, untuk menulis data ke EEPROM (void write_ext_eeprom(int chip, long address, char data)) dan membaca data dari EEPROM (read_ext_eeprom(int chip, long address));
  • Prosedure untuk menulis maupun membaca data ke/dari EEPROM dengan antarmuka i2c pada prinsipnya sama (begitu juga peralatan lain berbasis antarmuka i2c), diawali dengan instruksi i2c_start() dilanjutkan dengan i2c_write(id_chip) untuk memilih chip mana yang akan diakses;
  • Perhatikan bahwa penggunaan antarmuka i2c memungkinkan beberapa device i2c disusun menggunakan rangkaian multidrop, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1;
  • Kemudian instruksi dilanjutkan dengan menuliskan alamat lokasi EEPROM yang akan diakses, menggunakan i2c_write((address >> 8) & 0×7F); dan i2c_write(address);. Mengapa bentuknya seperti ini, silahkan diperhatikan Gambar 5 dan 6 tentang format alamat dan data pada AT24C1024;

Gambar 5. format pengalamatan AT24C1024

Gambar 6. format penulisan data AT24C1024

Contoh Program Utama

#include <16f877.h> #fuses HS, NOWDT, PUT, NOPROTECT #use delay(CLOCK=20000000)
#use RS232(BAUD=9600, XMIT=PIN_B7, RCV=PIN_B6) // used for PICKit2 #use i2c(master, sda=PIN_D2, scl=PIN_D3)       // use I2C interfacing
#include "eeprom_lib.h"
void main() {  long i;  char c,e,cmd;   delay_ms(2000);  puts("Hello...!");   while (true)  {  puts("1: Write EEPROM");  puts("2: Read EEPROM");  puts("c: Clear EEPROM");
c='a';  cmd=getc();   switch(cmd)  {  case '1': puts("Start writing...");  for (i=0;i<100;++i)  {  write_ext_eeprom(160,i,c);  printf("%c",c);  c++;  if (c=='z') c='a';  delay_ms(50);  }  //puts("Stop writing...");  break;  case '2': puts("Start reading...");  for (i=0;i<100;++i)  {  e=read_ext_eeprom(160,i);  printf("%c",e);  }  printf("\n\r");  delay_ms(50);  //puts("Stop reading...");  break;  case 'c': puts("Start erasing...");  for (i=0;i<100;++i)  {  write_ext_eeprom(160,i,0);  }  puts("It is erased...");  break;  default:  puts("Please select the menu...");  break;  }  } }

Penjelasan

  • Progran utama ini merupakan utilitas EEPROM AT24C1024, bisa digunakan untuk membaca data dari EEPROM, menuliskan data serta menghapus isi EEPROM. Hanya untuk 100 lokasi pertama (dari total 256 lokasi) EEPROM dan hanya satu EEPROM (EEPROM yang pertama), walaupun pada rangkaian terdapat 2 EEPROM;
  • Data yang dituliskan adalah data karakter dari ‘a’ s/d ‘z’ dan diulang lagi;
  • Anda silahkan mengembangkan untuk mengakses seluruh alamat EEPROM dan seluruh EEPROM yang tersedia, juga menuliskan data-data yang diinginkan atau barangkali langsung diaplikasikan ke aplikasi tertentu, misalnya, simpan data suhu, tekanan, dll;
  • Alamat EEPROM pertama adalah 160 dan yang kedua adalah 164;
  • Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

PENJELASAN MIKROKONTROLER DAN SYSTEM CLOCK

Posted BY:TonoMaryono ON24Januari2012
Ini penjelasan sekilas tentang mikrokontroler
Perlu diketahui bahwa setiap mikrokontroler AVR memiliki fasilitas untuk memilih sumber clock atau detak dengan banyak alternatif pilihan. Berbeda dengan keluarga AT89, keluarga AVR memberikan opsi pilihan sumber clock untuk flkesibilitas penggunaan, bukan untuk menyulitkan penggunaan. Jika siapapun Anda yang saat ini sedang terlibat dengan aplikasi-aplikasi mikrokontroler AVR dan tidak pernah peduli dengan system clock, atau dengan kata lain tidak pernah otak-atik FUSE bit, dipastikan kristal yang Anda pasang berapapun aja nilainya tidak ada gunanya sama sekali! Loch kok bisa? Ya karena default dari pabriknya (http://www.atmel.com) adalah sesuai dengan paragraf yang mereka tulis di datasheet-nya:

Okey? Sudah jelas? Hanya 1 MHz internal saja clock-nya, kalau gak percaya silahkan cabut saja kristal Anda dan biarkan mikrokontroler AVR Anda bekerja dengan baik tanpa kristal (beberapa teman yang saya sarankan hal tersebut sempat kaget juga). Jadi sudah capek-capek ngitung reload, timer dan lain sebagainya ternyata hanya bekerja di 1 MHz saja secara internal. So, bagaimana caranya agar bisa menggunakan kristal eksternal atau internal yang lebih besar dari 1 MHz?

Sebelum saya memberikan penjelasan lebih lanjut, ada baiknya Anda lihat dulu bagan sumber clock yang ada pada keluarga AVR berikut ini:

Gambar 1. Sumber clock pada AVR

Terlihat bahwa sumber clock untuk AVR berasal dari:

  • External Crystal/Ceramic Resonator
  • External Low-frequency Crystal
  • External RC Oscillator
  • Calibrated Internal RC Oscillator, dan
  • External Clock

Untuk bisa mengatur sumber clock mana yang akan digunakan, Anda perlu tahu cara mengaturnya, untuk itu ada beberapa bit register yang perlu diperhatikan. Perhatikan Tabel 1, ditunjukkan berbagai macam opsi pilihan sumber clock berdasar bit CKSEL3..0.

Tabel 1. Device Clocking Options Select

Pemasangan kristal dilakukan pada pin XTAL1 dan XTAL2 (sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2). FUSE bit CKOPT digunakan untuk memilih satu diantara dua pilihan mode penguat osilator yang berbeda. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan Tabel 2.

Gambar 2. Rangkaian Crystal Oscillator

Tabel 2. Crystal Oscillator Operating Modes

Sedangkan bit CKSEL0 dikombinasikan dengan bit-bit SUT1..0 digunakan untuk memilih waktu start-up sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.

Tabel 3.Start-up Times for the Crystal Oscillator Clock Selection

Untuk pilihan Low-frequency Crystal Oscillator, dipilih dengan mengatur CKSEL3..0 = 1001 (lihat lagi Tabel 1). Kristal dipasang sesuai dengan gambar 2. Waktu start-up-nya ditunjukkan pada Tabel 4.

Tabel 4. Start-up Times for the Low-frequency Crystal Oscillator Clock Selection

Sedangkan pilihan External RC Oscillator menggunakan rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar 3. Nilai frekuensi-nya ditentukan dengan persamaan f = 1/(3RC), dengan nilai C sekitar 22pF. Mode operasinya ditunjukkan pada Tabel 5, sedangkan waktu start-up-nya ditunjukkan pada Tabel 6.

Gambar 3.Konfigurasi RC eksternal

Tabel 5.External RC Oscillator Operating Modes

Tabel 6. Start-up Times for the External RC Oscillator Clock Selection

Sedangkan untuk pilihan Calibrated Internal RC Oscillator, pilihan mode operasi-nya ditunjukkan pada Tabel 7 dan waktu start up-nya ditunjukkan pada Tabel 8.

Tabel 7. Internal Calibrated RC Oscillator Operating Modes

Tabel 8. Start-up Times for the Internal Calibrated RC Oscillator Clock Selection

Jika memang dikehendaki, Anda bisa juga memasang sumber clock eksternal (External Clock) tanpa menggunakan kristal maupun rangkaian RC dilakukan dengan memberikan nilai CKSEL3..0=000, misalnya sumber clock yang berasal dari generator fungsi atau mikrokontroler lainnya. Rangkaiannya ditunjukkan pada Gambar 4. Sedangkan pilihan waktu start up-nya ditunjukkan pada Tabel 9.

Gambar 4. Konfigurasi penggerak clock eksternal

Tabel 9. Start-up Times for the External Clock Selection

Bagaimana? Bingung? Okey, berikut ini saya rangkumkan semua kemungkinan sumber clock yang bisa diberikan ke mikrokontroler AVR (dalam hal ini saya gunakan acuan ATMega32). Nilai pengaturan dinyatakan dalam High Byte (berkaitan dengan bit-bit OCDEN, JTAGEN, SPIEN, CKOPT, EESAVE, BOOTSZ1, BOOTSZ0 dan BOOTRST) dan Low Byte (berkaitan dengan bit-bit BODLEVEL, BODEN, SUT1, SUT0, CKSEL3, CKSEL2, CKSEL1 dan CKSEL0), yang dicetak tebal merupakan DEFAULT pabrik:

  • Ext. Clock; Start-up time: 6 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCO);
  • Ext. Clock; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDO);
  • Ext. Clock; Start-up time: 6 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xEO);
  • Int. RC Osc. 1 MHz; Start-up time: 6 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC1);
  • Int. RC Osc. 1 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD1);
  • Int. RC Osc. 1 MHz; Start-up time: 6 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE1);
  • Int. RC Osc. 2 MHz; Start-up time: 6 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC2);
  • Int. RC Osc. 2 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD2);
  • Int. RC Osc. 2 MHz; Start-up time: 6 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE2);
  • Int. RC Osc. 4 MHz; Start-up time: 6 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC3);
  • Int. RC Osc. 4 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD3);
  • Int. RC Osc. 4 MHz; Start-up time: 6 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE3);
  • Int. RC Osc. 8 MHz; Start-up time: 6 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC4);
  • Int. RC Osc. 8 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD4);
  • Int. RC Osc. 8 MHz; Start-up time: 6 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE4);
  • Ext. RC Osc. - 0.9 MHz; Start-up time: 18 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC5);
  • Ext. RC Osc. - 0.9 MHz; Start-up time: 18 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD5);
  • Ext. RC Osc. - 0.9 MHz; Start-up time: 18 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE5);
  • Ext. RC Osc. - 0.9 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xF5);
  • Ext. RC Osc. 0.9 MHz - 3.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC6);
  • Ext. RC Osc. 0.9 MHz - 3.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD6);
  • Ext. RC Osc. 0.9 MHz - 3.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE6);
  • Ext. RC Osc. 0.9 MHz - 3.0 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xF6);
  • Ext. RC Osc. 3.0 MHz - 8.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC7);
  • Ext. RC Osc. 3.0 MHz - 8.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD7);
  • Ext. RC Osc. 3.0 MHz - 8.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE7);
  • Ext. RC Osc. 3.0 MHz - 8.0 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xF7);
  • Ext. RC Osc. 8.0 MHz - 12.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC8);
  • Ext. RC Osc. 8.0 MHz - 12.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD8);
  • Ext. RC Osc. 8.0 MHz - 12.0 MHz; Start-up time: 18 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE8);
  • Ext. RC Osc. 8.0 MHz - 12.0 MHz; Start-up time: 6 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xF8);
  • Ext. Low-Freq. Crystal; Start-up time: 1K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xC9);
  • Ext. Low-Freq. Crystal; Start-up time: 1K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xD9);
  • Ext. Low-Freq. Crystal; Start-up time: 32K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xE9);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 258 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCA);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 258 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDA);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 1K CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xEA);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 1K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xFA);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 1K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCB);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 16K CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDB);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 16K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xEB);
  • Ext. Crystal/Resonator Low Freq.; Start-up time: 16K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xFB);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 258 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCC);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 258 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDC);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 1K CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xEC);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 1K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xFC);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 1K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCD);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 16K CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDD);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 16K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xED);
  • Ext. Crystal/Resonator Medium Freq.; Start-up time: 16K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xFD);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 258 CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCE);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 258 CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDE);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 1K CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xEE);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 1K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xFE);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 1K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xCF);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 16K CK + 0 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xDF);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 16K CK + 4 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xEF);
  • Ext. Crystal/Resonator High Freq.; Start-up time: 16K CK + 64 ms (HIGH: 0xFF dan LOW: 0xFF);

Pilihan-pilihan tersebut secara lengkap saya ambil dari fasilitas downloader AVR ISP MkII dari AVR Studio 4.0, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5, perhatikan tanda panahnya.

Gambar 5. Jendela pengaturan FUSE pada fasilitas AVR ISP MkII dari AVR Studio 4.0

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, hati-hati dengan pilihan External, karena setelah Anda mengatur pilihan ke External, maka Anda harus menyediakan sumber clock eksternal sesuai dengan pengaturan yang dilakukan, jika tidak, maka AVR Anda tidak dapat di-program lagi (masih berfungsi tetapi seperti mengunci diri, padahal tidak diotak-atik Lock bit-nya).

Sumber:

  • Atmel, 2007, ATMega32 / ATMega32L Microcontroller with 32K Bytes In-System Programmable Flash Datasheet

Senin, 23 Januari 2012

KERUSAKAN MOTHERBOAD YANG UMUM

Post By: TonoMaryono On23 Januari2012

Beberapa hari yang lalu, entah kenapa komputer saya sering nge-hang… ketika komputer “dipaksa” menjalankan program-program yang membutuhkan banyak trafik data transfer tiba-tiba mouse pointernya “stuck”… :pusing:

Sudah dicoba melakukan harddisk scanning ama degragmenting tapi tetep aja masalah itu muncul sampai akhirnya saya coba untuk melakukan re-installing windows. Masalah kembali muncul ketika mulai step format patisisi. Yak…komputer mati seketika… harddisk formatting belum sempat terjadi sedikitpun…

Saya coba oprek-oprek ni komputer, setelah diganti power supplynya kemudian coba lagi dihidupkan… hasilnya hidup…tapi cuma untuk beberapa detik, masuk BIOS aja lum nyampe.. Grin . Analisa letak kerusakan terus saya lakukan dengan melepas satu-persatu bagian komputer mulai dari harddisk, memory, CDROM, sampai mouse dan keyboard. Sampai akhirnya tinggal motherboard dan power supply, masalah masih muncul. Dari sini saya simpulkan ada problem pada motherboard.

Saya coba ngecek motherboard, ternyata ada 3 kapasitor yang berhubungan dengan transistor power regulator sedang hamil Ilustrasinya sepeti berikut: elco problem
[Image: 303284lo.jpg]
Nilai kapasitor (elco) adalah 3300uF/6.3v, ada 3 buah yang “hamil” dan 1 buah bernilai 2200uF/6.3v. Saya coba mengganti 3 buah kapasitor problem bernilai 3300uF/6.3v dengan 3 buah kapasitor bernilai 1000uF/16v (nekat nih soalnya yg ada dirumah cuman segitu nilainya, berani aja karena dah tahu prinsip kerjanya Grin Tidak mudah mengganti kapasitor karena motherboard tipe 3 layer dan mempunyai grounding yang baik, solder 60watt saja masih belum mampu sampai akhirnya 1 kapasitor saya pasang pada bagian bawah motherboard
[Image: 1203298180e20370795m.jpg]
Siapkan peralatan seperti solder, tinol, tang potong dan jarum. Serta siapkan pula kapasitor penggantinya, gunakan yang low esr. Tapi kalau tidak ada ya..... coba saja kapasitor elektrolit yang biasa. Selanjutnya lepaskan elco dari motherboard satu persatu dengan cara meletakkan ujung mata solder di ujung kaki-kaki elco serta sambil digoyang, cabut perlahan-lahan satu demi satu kaki elco tersebut. Solder 45 watt dengan mata solder dari kawat tembaga yang ujungnya di runcingkan sudah cukup untuk melepaskan elco dari motherboard.

Setelah selesai melepas elco, biasanya lubang through hole PCB motherboard tertutup timah. Untuk itu gunakan jarum atau kawat sebesar kaki-kaki elco untuk menyingkirkan timah yang menutupi lubang dengan cara memanaskan titik through hole PCB kemudian tusuk lubang dengan jarum/kawat hingga lubang terbebas dari timah. Setelah itu siapkan elco pengganti dan potong kaki elco baru tersebut sehingga panjangnya sama dengan elco yang diganti tadi. Setelah elco dipasang maka lakukan penyolderan dengan hati-hati. Pastikan timah solder meresap sepanjang kaki elco yang tertancap di PCB motherboard. Selesai sudah prosesi penggantian kapasitor (electrolit capasitor/elco).

Langkah selanjutnya, pastikan jalur PCB tidak rusak dan tidak menempel satu sama lain karena timah yang meleleh berlebihan. Setelah itu motherboard siap untuk di tes. Demikian langkah singkat mengganti kapasitor di motherboard.

Nah selesai, coba hidupkan lagi komputer… dan alhamdulillaah jalan…. Dari sini perlu diperhatikan beberapa hal:

* Kalau punya motherboard rusak, perhatikan dulu kapasitornya, siapa tahu banyak yang “hamil” yang menimbulkan bocornya arus dari power supply yang akhirnya menurunkan daya powersupply dan memaksa power supply bekerja sia-sia untuk kapasitor problem itu.
* Jika kedapan ada problem pada power supply, tetap coba cek bagian motherboardnya, ada kemungkinan rusaknya power supply disebabkan kerja berlebih power supply karena bocornya arus pada kapasitor.

DISARANKAN UNTUK MENGGANTI DENGAN KAPASITOR / ELCO MILIK GYGABITE
Bagi yang tidak familier dengan perangkat elektronika lebih baik serahkan saja pekerjaan tersebut pada ahlinya. Semoga bermanfaat.

Minggu, 22 Januari 2012

PEMAHAMAN CARA BEKERJA DEFLEKSI HORIZONTAL TV

Posted BY:Tono Maryono ON 23January 2012

Fungsi utama bagian Defleksi horisontal adalah membangkitkan tegangan yang berbentuk pulsa-pulsa untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal. Arus yang melalui kumparan defleksi berbentuk gigi gergaji dan digunakan untuk mengendalikan sinar elektron tabung gambar agar melakukan penyapuan (scanning) dari bagian kiri kearah bagian kanan layar. Tegangan pulsa-pulsa horisontal diumpankan langsung dari kolektor transistor HOT (Horisontal Output Transistor) ke kumparan def yoke. 


1.01 Fungsi utama bagian defleksi horisontal adalah membangkitkan tegangan yang berbentuk pulsa-pulsa untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal. Arus yang melalui kumparan defleksi berbentuk gigi gergaji dan digunakan untuk mengendalikan sinar elektron tabung gambar agar melakukan penyapuan (scanning) dari bagian kiri kearah bagian kanan layar. Tegangan pulsa-pulsa horisontal diumpankan langsung dari kolektor transistor HOT (Horisontal Output Transistor) ke kumparan def yoke.

Fungsi kedua adalah membangkitkan tegangan tinggi untuk anode tabung gambar. Setelah selesai melakukan penyapuan gambar 1 garis horisontal dari kiri ke bagian kanan layar maka sinar elektron dengan cepat dikembali lagi ke bagian kiri layar untuk memulai lagi penyapuan 1 garis horisontal selanjutnya. Pulsa yang mengendalikan agar sinar elektron kembali lagi dengan cepat ke bagian kiri layar dinamakan "pulsa horisontal retrace" yang dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi dengan memasang tranfo pada bagian horisontal output. Oleh karena itu tranfo dinamakan flyback (istilah lainnya adalah HVT atau FBT)Dengan kata lain flyback sebagai pembangkit tegangan tinggi sifatnya hanya nunut saja pada sirkit defleksi horisontal.



Sirkuit defleksi horisontal TV modern terdiri dari bagian-bagian :

VCO (Voltage Controlled Oscillator)
Horisontal Count-down ( Pembagi Frekwensi )
PH1 atau AFC1
PH2 atau AFC2
Horisontal Driver
Horisontal Output
Kumparan Defleksi Horisontal ( Def yoke )
Sirkit VCO, Horisontal Count-down, PH1 dan PH2 pada TV modern berada dalam kemasan IC besar yang dinamakan IC Jungel bersama dengan bagian lain seperti Vertikal osilator, Video/Chroma, Video IF dan SoundIF.



1.02 VCO (Voltage Controlled Oscillator) merupakan osilator pembangkit frekwensi tinggi dimana besar frekwensinya dapat dikendalikan oleh suatu tegangan. Berbagai macam IC Jungel mempunyai sistim kerja yang sedikit berbeda pada bagian VCO. Pada TV model lama frekwensi osilator diperoleh dengan menggunakan eksternal keramik resonator yang mempunyai frekwensi 500Khz atau sirkit RC (Resistor-Capacitor). Pada model-model baru eksternal resonator semacam ini sudah tidak digunakan lagi dan frekwensi osilator menggunakan referensi dari osilator yang juga digunakan untuk bagian pemroses warna.

1.03 Frekwensi yang dihasilkan VCO masih sangat tinggi dan oleh Horisontal Countdown akan diturunkan dengan cara dibagi-bagi sehingga diperoleh frekwensi horisontal (atau line frekwensi). Besarnya keluaran frekwensi horisontal secara otomatis akan mengikuti sistim sinyal video yang diterima. Jika terima sistim PAL frekwensi horisontal adalah 15.625 Hz dan jika terima sistim NTSC frekwensinya adalah 15.750 Hz.

1.04 IC Eropa umumnya menggunakan istilah PH1(Phase Horizontal) dan IC Jepang menggunakan istilah AFC1(Automatic Frekwency Control). Sirkit inilah yang membuat frekwensi horisontal otomatis menyesuaikan dengan sinyal video yang diterima dan menstabilkan "frekwensi" horisontal. Frekwensi horisontal yang tidak stabil atau berubah-ubah akan menyebabkan gambar nampak terkoyak-koyak atau roboh.

Bagian ini bekerja dengan cara membandingkan frekwensi sinyal horisontal dengan frekwensi sinyal sinkronisasi horisontal. Kalau kedua frekwensi tidak sama, maka frekwensi VCO akan dikoreksi oleh PH1 sehingga keluaran frekwensi horisontal menjadi sama dengan frekwensinya sinyal sinkronisasi horisontal.


1.05 PH2 atau AFC2 berfungsi untuk menstabilkan "phase" dari frekwensi horisontal. Phase frekwensi horisontal yang tidak stabil akan menyebabkan gambar yang nampak tetap utuh tetapi tidak stabil "bergeser-geser kearah kiri-kanan" layar.
Bagian ini bekerja dengan cara membandingkan phase keluaran frekwensi horisontal dengan phase pulsa flyback (FBP) yang berasal dari pin-AFC tranfo flyback. Jika kedua pulsa tersebut phasenya tidak sama, maka akan dikoreksi oleh PH1 agar phase menjadi stabil. Sirkit ajusment Horisontal Shift berhubungan dengan bagian ini


1.06 Horisontal driver berfungsi untuk memperkuat sinyal frekwensi horisontal dari IC Jungel sebelum diumpankan ke bagian horisontal output. Sebagai penghubung (kopel) bagian Horisontal Driver dengan bagian Horisontal Output umumnya digunakan sebuah tranfo sebagai matching impedansi (penyesuai impedansi) dengan tujuan untuk mendapatkan efisiensi kopel secara maksimum. Peranan horisontal driver cukup kritis, karena
Idealnya pada saat ON resistansi antara kolektor dengan emitor adalah nol. Jika drive kurang akan menyebabkan transistor HOT tidak sepenuhnya "on", tetapi masih mempunyai resistansi yang dapat menyebabkan transistor HOT panas.
Sebaliknya kalau drive over akan menyebabkan "storage time" atau waktu yang dibutuhkan untuk kembali dari kondisi ON ke kondisi OFF transistor menjadi lebih lama. Akibatnya periode "on time" transistor HOT menjadi lebih lama, sehingga dapat pula menyebabkan transistor HOT panas.

1.07 Bagian horisontal output merupakan bagian yang paling sulit dipahami. Bentuk tegangan yang melalui masing-masing komponen berbeda satu sama lain. Tetapi secara garis besar dapat dijelaskan fungsi masing-masing part yang ada sebagai berikiut.



1.07.1 Transistor HOT (Horizontal Output Transistor) berfungsi untuk menyediakan power yang cukup agar mampu menghasilkan tegangan pulsa-pulsa kekumparan defleksi horisontal. Transistor HOT umumnya mendapat suply tegangan B+ yang besarnya sekitar DC 100 hingga 150v.

Transistor HOT sebenarnya bukan berlaku sebagai sebuah penguat atau amplifier, tetapi berlaku sebagai "switch on-off" yang dikemudikan oleh pulsa horisontal driver. Pada saat periode "on" maka kolektor-emitor akan terhubung sepenuhnya dimana idealnya resistansinya adalah "nol". Tetapi karena resistansi ideal ini tidak mungkin, maka kolektor-emitor masih mempunyai resistansi yang kecil yang menyebabkan transistor menjadi panas, sehingga transistor HOT perlu dipasang pada pendingin.



Trafo flyback dilalui arus yang berbentuk pulsa-pulsa yang mengakibatkan timbulnya tegangan induksi yang cukup tinggi kurang lebih 1500v. Tegangan ini akan diterima oleh kolektor-emitor transistor HOT, oleh karena itu minimal transistor HOT harus mempunyai tegangan kerja kolektor-emitor 1500v.


1.07.2 Dinamakan kapasitor resonan karena kapasitor ini membentuk semacam sirkit resonansi paralel bersama dengan kumparan flyback dan def yoke. Kapasitor resonan (nama lainnya adalah kapasitor retrace timing, kapasitor safety, kapasitor snubber) umumnya mempunyai tegangan kerja 1600v dan dipasang pada kolektor HOT dengan ground.

Nilai resonan cukup kritis karena mempunyai pengaruh terhadap lamanya periode "on" transistor HOT, geometrik lebar raster dan tegangan tinggi yang dihasilkan flyback.

Jika kapasitor ini nilainya berubah mengecil akan menyebabkan raster menyempit kiri-kanan dan semua tegangan keluaran flyback naik bertambah.

Jika kapasitor resonan sampai lepas solderannya atau nilainya mengecil maka akan menyebabkan tegangan induksi pada kolektor naik lipat beberapa kali sehingga dapat merusak transistor HOT. Pada kasus tertentu tegangan yang naik ini mungkin dapat merusak tabung gambar seperti adanya keluar loncatan api atau leher tabung gambar retak dan patah pada bagaian yang ada didalam def yoke. TV yang mempunyai sirkit protektor X-ray otomatis akan mati protek jika tegangan tinggi flyback naik tidak normal, sehingga dapat dicegah terjadinya kerusakan transistor atau tabung gambar.

Jika nilai kapasitor resonan diganti dengan nilai yang lebih besar maka akibatnya tegangan tinggi akan turun dan raster akan semakin melebar secara horisontal.

1.07.3 Secara internal didalam transistor HOT terdapat diode yang dinamakan Diode Damper yang dipasang antara kolektor-emitor. Karena adanya tranfo flyback pada sirkit transistor HOT maka hal ini memicu terjadinya osilasi yang menghasilkan tegangan bolak-balik dimana tegangan ini akan diterima oleh kolektor-emitor transistor HOT. Jika tanpa diode damper akibatnya transistor HOT kadang akan mendapat tegangan dengan polaritas terbalik (kolektor mendapat tegangan minus dan emitor mendapat tegangan plus). Tentu hal ini akan menyebabkan transistor rusak.

Diode damper berfungsi untuk meredam osilasi. Pada saat emitor mendapat tegangan (+) dan kolektor mendapat tegangan (-), maka tegangan ini akan disimpangkan agar melalui diode damper. Pada TV model lama (kuno) transistor HOT belum menggunakan internal diode damper dan tambahan diode damper dipasang diluar transistor.


1.07.4 Karena karakteristik kumparan def yoke yang tidak murni induktif tetapi juga mempunyai karakteristik resistif, maka hal ini menimbulkan cacat yang dinamakan "cacat horisontal linear". Cacat menyebabkan gambar pada bagian pinggir kanan layar terkompresi,sehingga jika menampilkan gambar seorang penyiar pundak kiri-kanan nampak tidak simetris. Cacat ini akan nampak lebih jelas jika gambar menampilkan gambar patern kotak-kotak Sebuah kumparan yang dinamakan Kumparan Horisontal Linear (H Lin) dipasang secara seri dengan kumparan def yoke berfungsi untuk memperbaiki cacat ini. Pemasangan polaritas kumparan tidak boleh terbalik, dan untuk menghindari kesalahan pemasangan maka pada bodi kumparan dan pada pcb umumnya diberi tanda tertentu.


1.07.5 Akibat bentuk dimensi layar tabung gambar yang jaraknya terhadap penembak elektron tidak merata, hal ini menyebabkan cacat yang dinamakan "cacat S". Hal ini disebabkan karena kecepatan penyapuan elektron secara horisontal pada bagian kiri dan bagian kanan layar relatip lebih cepat dibanding dengan pada saat dibagian tengah layar. Hal ini menyebabkan gambar pada bagian kiri dan bagian kanan layar sedikit melebar dibanding dengan bagian tengah layar. Berbeda dengan cacat horisontal linear yang berpengaruh hanya pada salah satu sisi, maka cacat "S" berpengaruh pada kedua sisi kiri kanan layar. Cacat ini nampak lebih jelas jika menampilkan gambar patern kotak-kotak.

Sebuah kapasitor yang dinamakan kapasitor "S" dipakai untuk memperbaiki cacat ini dan umumnya mempunyai tegangan kerja 200v. Kapasitor ini nilainya cukup kritis oleh karena itu kalau mengganti harus menggunakan dengan nilai yang sama.
Jika kapasitor "S" nilainya dirubah lebih kecil maka akan mengakibatkan gambar bagian pinggir kiri dan bagian pinggir kanan layar akan seperti dikompres.
Sedangkan jika nilai kapasitor "S" dirubah lebih besar maka akan mengakibatkan gambar bagian pinggir kiri dan bagian pinggir kanan layar akan seperti direnggangkan

1.07.6 Cacat "cross-hatch" hanya nampak jelas jika gambar menampilkan gambar patern cross-hatch (gambar patern kotak-kotak) hitam putih, Akan nampak garis bengkok-bengkok seperti cacing pada setiap persilangan garis vertikal-horisontal. Pada bagian sirkit horisontal-out dipasang sirkit "kink correction" untuk menghilangkan gangguan cacat ini. Sirkit terdiri dari sebuah diode, sebuah elko kecil tegangan tinggi dengan nilai 0.5uF/160v dan sebuah resistor yang dipasang secara paralel dengan kapasitor "S". Kerusakan pada salah satu part pada bagian ini tidak akan nampak atau mengganggu jika TV menampilkan gambar biasa.

1.07.7 Kumparan def yoke horisontal dipasang pada leher tabung gambar berfungsi untuk mengendalikan sinar elektron agar melakukan penyapuan secara horisontal dari bagian kiri ke bagian kanan layar. Kumparan defleksi horisontal mempunyai sepasang kumparan yang dipasang dibagian atas dan dibagian bawah leher tabung gambar yang umumnya disambung secara paralel.

2. Pembangkit tegangan tinggi Flyback

2.01 Pulsa horisontal digunakan untuk mengendalikan agar sinar elektron melakukan penyapuan gambar 1 garis horisontal dari bagian kiri layar ke bagian kanan. Kemudian dengan kecepatan tinggi pulsa horisontal akan mengembalikan sinar elektron kebagian kiri layar untuk memulai mengulang penyapuan 1 garis horisontal lagi. Pulsa pengembalian sinar elektron agar kembali ke bagian kiri layar ini dinamakan "pulsa horisontal retrace". Pulsa-pulsa inilah yang dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi anode dengan cara memasang sebuah tranfo pada bagian horisontal output. Oleh karena itu tranfo ini dinamakan tranfo flyback.

Arus horisontal retrace yang berubah dengan sangat cepat pada bagian primer flyback akan menginduksikan tegangan tinggi pada sekunder sekitar 20 hingga 30Kv dan disearahkan menggunakan diode tegangan tinggi.


VR atau potensio sebagai pembagi tegangan tinggi dipasang didalam bodi flyback guna mendapatkan tegangan tinggi untuk Fokus sekitar 6Kv dan tegangan Screen sekitar 500V.

Kecuali itu flyback juga digunakan untuk menghasilkan tegangan-tegangan rendah lainnya seperti untuk bagian vertikal, heater dan video drive.

TV Sony yang menggunakan tabung Trinitron membutuhkan tegangan screen sekitar 400 ~ 800v. Tegangan screen bukan diperoleh dari tranfo flyback, tetapi diperoleh dengan cara menyearahkan pulsa-pulsa horisontal dengan cara memasang sebuah diode pada Kolektor transistor HOT.

2.03 Tegangan tinggi flyback disearahkan menggunakan deretan diode yang diseri, sehingga mengakibatkan mempunyai resistansi internal yang relatip tinggi. Perubahan arus yang kecil dapat mengakibatkan tegangan tinggi drops. Jika teganan tinggi drops akan menyebabkan sinar elektron kecepatannya menurun dan lebih mudah dibengkokkan oleh def yoke, sehingga akibatnya raster akan mengembang arah horisontal dan vertikal (blooming).

Jika kontras atau britnes gambar berubah-ubah dapat menimbulan raster kembang-kempis (breathing). Pada TV yang sederhana untuk mengkoreksi cacat breathing biasanya dipasang sebuah resistor power pada jalur B+ . Jika kontras atau britnes gambar bertambah akibatnya arus B+ akan bertambah dan mengakibatkan tegangan drops pada resistor bertambah besar (tegangan drops V = I x R). Akibatnya tegangan ke horisontal output akan drops dan defleksi horisontal juga drops sehingga raster tidak jadi mengembang. TV layar besar biasanya memakai sirkit anti breathing dengan menggunakan pin-EHT input yang terdapat pada IC Jungel. Pulsa dari flyback dihubungkan ke pin-EHT dan dihubungkan dengan bagian koreksi EW yang akan otomastis mengendalikan Hor-size dan Vert-size

2.04 Pulsa-pulsa dari tranfo flyback diberikan ke sirkit bagian lain dengan fungsi untuk : 2.02 Besarnya frekwensi pulsa horisontal adalah sekitar 15 Khz. Keuntungan dengan penggunaan frekwensi tinggi untuk membangkitkan tegangan tinggi ialah bahwa jumlah lilitan tranfo untuk menaikkan tegangan yang dibutuhkan relatip tidak sebanyak jika dibanding menggunakan tranfo konvensionil yang dipakai pada listrik ac dengan frekwensi 50Hz. Jika untuk menghasilkan tegangan tinggi menggunakan trafo seperti yang digunakan pada power suply, tentu akan lebih banyak membutuhkan gulungan, memakan tempat, dan berat. Karena bekerja pada frekwensi tinggi, maka inti tranfo flyback menggunakan bahan dari ferit

Pulsa diberikan ke IC Mikrokontrol sebagai pulsa Hor Sync, dimana bersama pulsa Vert Sync dari bagian vertikal-out dipakai untuk keperluan pembangkit karakter OSD (On Screen Display). Jika pulsa ini terputus maka akan menyebabkan OSD tidak muncul.
Pulsa diberikan ke IC Jungel /Video Chroma berfungsi untuk pulsa blangking, pembangkit sinyal sand-castle, pemroses warna dan sebagai pulsa untuk PH2. Jika pulsa ini terputus dapat menyebabkan raster gelap, gambar sedikit bergeser kekiri sehingga nampak ada blok hitam pada bagian kanan layar.
Pada beberapa model TV pulsa dari flyback dipakai untuk sinkronisasi ke bagian SMPS (Switch Mode Power Supply). Berfungsi untuk menghilangkan gangguan frekwensi SMPS terhadap gambar. Jika pulsa ini terputus dapat menyebabkan problem seperti, power suply ngerik, power suply tidak kerja, back ground gambar ada gangguan seperti serat kayu.


3. Memahami cara kerja sirkit Koreksi EW (Pin Cushion)

Pada TV tabung gambar layar besar atau layar flat, masalah yang dihadapi adalah cacat raster yang melengkung pada kiri-kanan layar sehingga raster berbentuk seperti gambar bantal. Istilah lainnya adalah cacat "pin-cushion" atau "EW". Hal ini disebabkan karena perbedaan geometri jarak yang tidak merata antara elemen penembak elektron RGB ke seluruh permukaan layar. Bagian sudut-sudut pojok layar mempunyai jarak yang paling jauh dibanding dengan bagaian tengah layar. Akibatnya defleksi horisontal pada bagian sudut-sudut layar lebih lebar dibanding pada bagian tengah layar. Cacat bantal dikoreksi menggunakan sirkit Koreksi EW atau Pin Cushion


Sirkit Koreksi EW terdiri dari :


Sirkit pembentuk "pulsa vertikal parabola", yaitu sirkit yang menghasilkan pulsa-pulsa berbentuk parabola dengan frekwensi vertkal (sistim PAL 50Hz). Sikit ini mendapat input sinyal dari bagian vertikal-output
Pin Amplifier, merupakan sebuah transistor power yang berfungsi untuk memperkuat sinyal vertikal parabola, digunakan untuk mendrive "Split Diode Modulator".
Split Diode Modulator terdiri dari 2 buah diode yang dipasang pada kolektor transistor HOT. Tegangan pulsa vertikal parabola diinjeksikan ke bagian ini yang akan berpengaruh terhadap tegangan suply untuk transistor horisontal output yang akan mengendalikan besar kecilnya defleksi horisontal.
Pada TV model lama mempunyai 2 macam adjustment geometri yang masih menggunakan VR, yaitu

Sebuah VR untuk mengatur besar kecilnya lengkung parabola yang akan mempengaruhi bentuk kelengkungan bagian kiri-kanan agar menjadi lurus (EW)
Dan sebuah lainnya untuk mengatur tegangan dc basis transistor Pin-Amplifier yang akan berpengaruh terhadap lebar sisi kiri-kanan layar ( H size ).
Pada TV model-model baru ajustment geometri dilakukan melalui Service Mode dengan menggunakan remote. Disini ada beberapa macam adjustment. Pada TV yang lengkap mempunyai adjustment seperti dibawah. Ajustment harus dilakukan menggunakan patern gambar kotak-kotak (cross-hatch).

Pin Amplifier, untuk mengatur kelengkungan garis pada bagian pinggir kiri-kanan garis agar menjadi lurus
Hor Size, untuk mengatur lebar kiri-kanan raster
Upper pin, untuk mengatur cacat garis bengkok pada bagian pojok kiri-kanan atas layar
Lower pin, untuk mengatur cacat garis bengkok pada bagian pojok kiri-kanan bawah layar
Hor Shift, untuk mengatur center gambar secara horisontal
TILT atau Trapesium untuk mengatur cacat raster yang berbentuk trapesium agar menjadi bujur sangkar.
Hor Bow, untuk mengatur cacat garis pada bagian tengah layar yang melengkung agar menjadi garis lurus
Hor Angel, untuk mengatur cacat garis lurus pada bagian tengah yang miring layar agar menjadi tegak lurus.


4. Macam-macam kerusakan pada bagian Defleksi Horisontal



4.01 Tidak ada tegangan B+ pada kolektor transistor HOT dapat disebabkan antara lain karena :

Transistor HOT kolektor-emitor short.
Diode penyearah tegangan B+ short dari tranfo SMPS short.
Power suply (SMPS) tidak kerja.
Beberapa model TV menggunskan sirkit dimana tegangan B+ rendah pada saat stand by. Tegangan B+ baru akan naik menjadi normal jika mikrokontrol telah di-on-kan. Kerusakan bagian mikrokontrol atau sirkit pendukungnya dapat menyebabkan tegangan B+ tidak mau naik ke normal.
Sirkit suply tegangan B+ menggunakan transistor atau relay sebagai "pemutus on-off" yang dikendalikan oleh bagian mikrokontrol melalui kontrol pin "power on-off". Kerusakan mungkin disebabkan pada sirkit ini.
Kerusakan bagian mikrokontrol (kontrol power-on belum kerja).


4.02 Untuk mengetahui apakah bagian defleksi horisontal sudah bekerja, dapat dilakukan pemeriksaan atau pengamatan visual antara lain seperti :

Diukur ada tegangan heater ada tegangan sekitar 5v ac. Nilai ini bukan nilai sebenarnya sebab avo-meter biasa tidak cocok untuk mengukur tegangan ac dengan frekwensi tinggi. Jika diukur dengan VTVM yang dapat dugunakan untuk mengkur teganagan frekwensi tinggi, nilai sebenarnya tegangan heater adalah 6.8v ac
Secara visual heater nampak menyala.
Diukur ada tegangan screen.
Di cek ada sisa muatan tegangan tinggi pada anode tabung gambar.


4.03 Diperiksa sudah ada tegangan B+ pada kolektor transistor HOT. Maka jika bagian defeleksi horisontal belum kerja sama sekali dapat disebabkan karena (4.03.1 ~ 4.03.5) :



4.03.1 Osilator horisontal pada IC Jungel belum bekerja. Tergantung dari desain sistim kerja IC Jungel maka osilator horisontal belum bekerja kerja dapat disebabkan antara lain oleh :

Tegangan suply pada pin-H.Vcc tidak ada atau kurang dari spesikasinya. Kebanyakan IC Jungel mempunyai tegangan kerja pada pin-Hvcc sebesar 8v (baca 4.04.6)
(TV model lama) Keramik resonator 500khz rusak
Beberapa tipe IC Jungel ada yang menggunakan resistor pull up (yang dihungkan ke jalur suply plus) pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842). Jika resistor putus maka basis transistor driver tidak mendapat tegangan bias.
Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara IC Mikrokontrol dengan IC Jungel putus atau jalur yang ada yang short disebabkan kerusakan pada part lain.
IC mikrokontrol posisi belum "on" atau belum bekerja. Beberapa tipe IC jungel osilator horisontal sudah dapat langsung bekerja jika ada suply Hvcc tanpa menghidupkan mikrokontrol dulu atau mikrokontrol rusak. Tetapi ada beberapa tipe yang belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan suply Hvcc sebelum mikrokontrol mau "on" (contoh adalah TDA8842)
X-ray protektor dipasang untuk mematikan osilator horisontal jika tegangan flyback over. TV model lama X-ray protektor aktip bekerja dengan menshort ke ground tegangan H.Vcc. Ada kerusakan salah satu part pada sirkit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan pemicu X-ray protektor bekerja.
Beberapa IC Jungel model lama kadang mempunyai pin-Xray input (misal TA8690, TA8659). Normal pin X-ray tegangannya adalah nol. Jika pada pin-Xray input diukur ada tegangan (walaupun kecil) maka osilator tidak mau bekerja.


4.03.2 Kerusakan pada bagian horisontal driver yang dapat disebabkan karena :


Tidak ada suply tegangan ke kolektor.
Kadang dijumpai tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver dilepas tegangan kolektor ada. Ini bukan kerusakan bagian driver. Problem disebabkan pada IC Jungel yang menyebabkan tegangan basis transistor over. Dapat disebabkan karena IC Jungel rusak atau horisontal osilator belum bekerja.
Tidak ada tegangan pada basis transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horisontal belum bekerja, jalur ada yang putus, atau resistor pull-up pada pin hor-out IC Jungel rusak.
Pada model TV tertentu kadang pada jalur basis transistor driver dipasang semacam transistor protektor yang disambungkan ke bagian vertikal-out, dimana kolektor-emitor transistor protektor ini akan men-short-kan ke ground tegangan basis jika ada problem pada bagian vertikal. Coba open dahulu transistor ini.
Walaupun jarang terjadi kadang disebabkan tranfo horisontal driver rusak
Transistor driver rusak.
Untuk mengetahui bahwa osilator horisontal dan driver horisontal keduanya sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo driver. Umunya kalau diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika basis transistor HOT diopen.






4.03.3 Kerusakan transistor HOT dimana umumnya kolektor-emitornya short, sehingga menyebabkan jalur B+ short ke ground. Tetapi kadang transistor HOT rusak karena basis-emitornya yang short. Mengganti transistor HOT sebaiknya menggunakan nomor part yang sama untuk menjamin keawetan pemakaian. Mengganti transistor HOT dengan nomor part berbeda memang dapat dilakukan, hanya kadangkala dapat menimbulkan problem seperti over OVP (Over Current Protector) aktip bekerja, raster tidak penuh kiri-kanan, atau tidak tahan lama.

Untuk menghindari kerusakan berulang atau pesawat kembali rusak setelah dipakai beberapa hari atau minggu. Sebelum mengganti transistor HOT yang rusak, maka sebaiknya dilakukanlah pemeriksaan hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan transistor ini rusak :

Cek tegangan B+ apakah normal
Periksa solderan pada kapasitor resonan
Periksa elko pada suply kumparan primer tranfo horisontal driver, mungkin kering
(Kalau perlu) Periksa def yoke.


4.03.4 Kerusakan tranfo flyback dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda antara lain :


Transistor HOT rusak short, dan jika diganti baru akan rusak lagi
Bodi flyback ada bagian yang mengelembung, warna berubah, ada lubang kecil yang kadang keluar semacam lelehan.
Resistor pada sirkit bagian ABL ada yang terbakar
Kapasitor (200v) pada pin-ABL flyback short
Keluar loncatan api dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
Tegangan tinggi anode, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainnya keluar.
Jika diukur dengan ohm meter( dengan x 1K) ada kebocoran antara anode cap dengan kaki ground flybak.
Jika diukur dengan ohm meter ada hubungan antara kumparan primer dengan sekunder.


4.03.5 Kerusakan Def Yoke ditandai antara lain dengan :

Tegangan B+ drops dan kadang disertai suara huming dari speaker. Jika konektor def yoke dilepas maka bagian horisontal atau tegangan B+ akan langsung bekerja dengan normal. Jangan menghidupkan TV terlalu lama tanpa def yoke karena dapat menyebabkan phospor tabung layar terbakar pada titik tengah layar. Kecilkan VR screen sebelum mencoba hal ini.
Transistor HOT rusak. Jika diganti akan rusak lagi.
Raster nampak berbentuk seperti trapesiumd. Lepas kumparan def yoke.
Keluar asap.
Jika def yoke dilepas secara visual nampak ada bagian yang terbakar. Melepas def yoke hati-hati jangan sampai merubah posisi adjustment magnet konvergen yang ada dibelakangnya. Dan ketika memasang kembali magnet konvergen pasang pada posisi seperti semula.


4.04.6 Sirkit suply tegangan H-Vccke IC Jungel ada berbagai macam sistim, sehingga ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tidak ada tegangan suply H-Vcc.


Tegangan diberikan dari dari suply B+ melalui resistor puluhan kilo ohm.
Tegangan diberikan dari tegangan rendah melalui resistor ratusan ohm
Suply menggunakan sirkit transistor pemutus yang dikendalaikan oleh bagian mikrokontrol, sehingga mikrokontrol yang belum on atau sirkit pemutus yang rusak menyebabkan suply H-Vcc tidak ada.
IC jungel rusak dimana pin H-Vcc IC Jungle short. Jika pin H-Vcc IC Jungel diopen maka tegangan ada.
Pada TV model lama kadang dipasang sebuah transistor X-ray protektor pada jalur H-Vcc. Keruskan pada transistor X-ray protektor akan menyebabkan H-Vcc di-short-kan ke ground.


4.05 Bagian defleksi horisontal hidup tetapi sebentar kemudian terus mati. Problem semacam ini dapat disebabkan antara lain karena ( 4.05.1 ~ 4.05.3) :



4.05.1 X-ray protektor pada TV model lama umumnya akan mematikan osilator horisontal jika tegangan tinggi anode over. Problem kemungkinan dapat disebabkan karena :


Kapasitor resonan 1600v pada kolektor transistor HOT nilainya berubah mengecil
Tegangan B+ over
Kerusakan part pada sirkit X-ray protektor, misalnya ada diode zener bocor atau ada transistornya yang bocor.
Tanpa skematik diagram kadang sulit mencari lokasi X-ray protektor. Kita dapat melacak mencari lokasi sirkit X-ray dengan cara sebagai berikut :

Open semua pin pada flyback kecuali pin-B+ dan pin-Kolektor.
Hidupkan TV dan biasanya protek sudah tidak akan aktip bekerja.
Solder kembali pin yang telah di open satu persatu bergantian dengan dicoba hidupkan setiap kali habis menyambung salah satu pin yang telah diopen.
Jika protektor bekerja, maka sirkit X-ray berhubungan dengan pin yang baru saja disambung kembali tersebut.





4.05.2 OVP aktip bekerja jika arus B+ yang over. Kerusakan mungkin dapat disebabkan karena :

Kumparan def yoke rusak
Flyback rusak
Beban flyback berat, disebabkan karena sirkit yang mengambil suply dari flyback ada yang rusak.
sirkit OVP sendiri ada yang part yang rusak.


4.05.3 Kerusakan pada bagian horisontal driver umumnya disebabkan karena :


Transistor mau rusak sehingga kadang mau bekerja pada saat masih dingin,
Suply untuk tegangan kolektor putus.
Kadang tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver diopen tegangan ada. Kerusakan bukan pada bagian horisontal driver, tetapi pada bagian osilator horisontal
Walaupun jarang terjadi kadang tranfo horisontal driver rusak.


4.06 Ketika TV dihidupkan transistor HOT langsung rusak sebelum kita sempat melakukan pengukuran. Kemungkinan dapat disebabkan karena :
Kapasitor resonan pada kolektor HOT yang mempunyai tegangan kerja 1600v nilainya berubah mengecil atau solderan lepas. Hal ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada tranfo flyback yang menyebabkan transistor rusak. Nilai kapasitor ini cukup kritis oleh karena itu ganti dengan nilai yang sama.
Kumparan horisontal Def yoke rusak terbakar atau short
Flyback rusak pada bagian gulungan primer antara pin-B+ dengan pin-kolektor short.
Tabung gambar rusak (biasanya ada loncatan api didaamnya).
Tegangan B+ over
(TV lama) Kerusakan pada keramik resonator 500KHz yang menyebabkan frekwensi osilator berubah menjadi tinggi. Biasanya disertai suara ngencrit sebelum rusak.
Kerusakan pada sirkit PH1 (AFC1) seperti resistor, kapasitor atau IC Jungel.


4.07 Menjumpai transistor HOT rusak secara berulang pada saat melakukan perbaikan TV, maka dapat dilakukan langkah-langkah percobaan sebagai berikut untuk mencegah kerusakan tersebut :

Sediakan lampu 100w/220v 2 buah yang disambung paralel.
Masing-masing beri sambungan kabel sepanjang kurang lebih 30cm pada kedua ujungnya dengan cara disolder.
Putus jalur hubungan antara pin-flyback yang ke kolektor transistor HOT.
Pasang kedua lampu antara pin-flyback dengan kolektor transistor HOT secara paralel.
Hidupkan TV.
Jika lampu menyala terang berarti masih ada kerusakan pada bagian lain yang dapat menyebabkan transistor HOT rusak.
Jika nyala lampu sudah redup berarti kerusakan telah teratasi dan kembalikan sirkit seperti semula.


4.08 Transistor HOT panas atau transistor dalam jangka pendek rusak berulang setelah diambil konsumen.


Penyebab kerusakan transistor HOT dapat dikategorikan sebagai berikut :
Sinyal drive yang kurang sehingga menyebabkan under-drive. Umumnya disebabkan karena elko kering pada suply Vcc tranfo horisoantal drive. Tegangan suply yang drops pada horisontal oslator maupun horisontal drive juga dapat menyebabkan masalah ini.
Sinyal drive kurang karena suply Vcc kedua tidak kerja (baca...)
Sinyal drive yang over. Dapat disebabkan tegangan suply pada horisontal osilator atau horisontal drive yang over. Biasanya karena ada part seperti resistor yang diganti dengan nilai yang berbeda.
Sinyal drive yang over dapat juga disebabkan karena tegangan Hvcc pada ic jungel over. Dapat disebabkan karena kerusakan regulator atau ada resistor yang diganti dengan nilai yang tidak sama.
Arus kolektor over disebabkan karena beban yang over. Mungkin disebabkan karena def yoke, flyback, bagian vertikal out ada masalah.
Tegangan kolektor over. Dapat disebabkan karena kapasitor resonan nilai mengecil, tegangan power suply kadang berubah naik.
Transistor yang dipasang tidak asli atau tidak cocok.
Pemasangan HOT dengan pendingin kurang baik.
Ada solderan kurang bagus pada bagian horisontal output, part bagian filter PH1 (AFC1).
(TV lama) Bagian osilator kadang frekwensinya berubah, misalnya keramik resonator 500Khz yang akan rusak.
Catatan :

Flyaback yang bersuara dapat menunjukkan bahwa frekwensi horisontal tidak normal. Dalam hal ini kalau TV dihidupkan terlalu lama kadang dapat mengakibatkan transistor HOT rusak.
Beberapa model TV baru kadang salah dalam desainnya sehingga transistor HOT sering rusak. Dalam hal ini maka perlu dicari informasi modifikasi yang diperlukan.
Kadang listrik yang sering hidup mati, pindah chanel, memasang video in pada saat TV dalam keadaan hidup, ada sinyal dari handphone terlalu dekat dapat menimbulkan triger yang dapat merusak transistor HOT.



4.09 Kerusakan gambar tidak sinkron secara horisontal dapat disebabkan karena :

Kerusakan part-part pada bagian filter PH1 atau AFC1 dari IC Jungel atau ada solderan kurang baik pada bagian tersebut.
(TV lama) Kerusakan x-tal 500Khz resonator eksternal.
Kerusakan X-tal warna pada TV yang sudah tidak menggunakan eksternal resonator. Problem seperti ini kadang disertai dengan gejala warna sering hilang.
Kadang IC Jungel mempunyai jalur input sendiri untuk sinyal sinronisasi. Jika jalur sinyal ini terputus maka akan menyebabkan gambar tidak sinkron vertikal mauoun horisontal.
IC jungel yang rusak
EEPROM data korup



4.10 Gambar nampak sedikit bergeser kekiri sehingga timbul blok hitam pada bagian kanan layar. Problem seperti ini dapat disebabkan karena :

Paling sering disebabakan kerusakan part atau solderan yang menyebabkan jalur sinyal pulsa horisontal (FBP) dari pin-AFC flyback ke IC Jungel terputus atau short ke ground.
Kerusakan part pada filter PH2 atau AFC2
IC Jungel rusak


4.11 Timbul gangguan ada beberapa blok hitam vertikal pada back-ground gambar pada bagian kiri layar. Hal ini disebabkan adanya gangguan osilasi pada bentuk pulsa horisontal. Problem dapat disebabkan karena :

Elko pada suply tegangan B+ dekat pin-tranfo flyback kering.
Elko pada suply tranfo horisontal driver kering.
Resistor yang diseri dengan kapasitor yang terletak pada kolektor tranfo horisontal drive rusak atau solderan lepas.
Pada jalur suply tegangan B+ ke flyback kadang dipasang sebuah kumparan. Jika kumparan ini di jumper atau short dapat juga menyebabkan timbulnya gangguan ini.
Tranfo flyback domodifikasi atau diganti lain tipe.


4.12 Timbul gangguan jembret yang berbentuk garis-garis putih atau hitam pendek pada gambar yang kontras. Gangguan akan nampak jelas jika gambar mempunyai kontras yang tinggi. Dan akan nampak lebih jelas jika gambar menampilkan tulisan teks atau OSD.

Dapat disebabkan karena kapasitor elko yang terdapat pada jalur tegangan B+ dekat tranfo flybak kering.


4.13 Raster menyempit tidak penuh pada bagian kiri-kanan layar. Problem dapat disebabkan karena :


Kapasitor resonan 1600v pada kolektor transistor HOT nilainya sedikit menurun. Dapat dikoreksi dengan mencoba menambah memasang kapasitor dengan nilai antara 102 hingga 502 dengan tegangan 1600v secara paralel dengan kapasitor resonan.
Ajustment tegangan B+ kurang.
Pada TV yang mempunyai sirkit Koreksi EW mungkin disebabkan karena kesalahan adjustment Horisontal-Size.


4.14 Raster mengecil kiri-kanan maupun atas bawah sehingga berbentuk seperti trapesium. Umunya kumparan defleksi terdiri dari 2 buah kumparan yang kebanyakan disambung secara paralel. Jika salah satu kumparan sedikit short akan menyebabkan terjadinya problem ini. Untuk memastikan apakah terjadi short pada salah satu kumparan def yoke horisontal, maka dapat dilakukan :

Lepas dan pisahkan dahulu solderan salah satu ujung sambungan paralel ke 2 kumparan def yoke.
Masing-masing kumparan diukur resistansinya (sebaiknya menggunakan meter digital). Jika diukur kedua kumparan ini resistansinya berbeda, berarti yang mempunyai resistansi lebih kecil ada bagian yang short.


4.15 Raster mengembang (blooming) diakibatkan karena kecepatan sinar elektron berkurang sehingga mudah dibelokkan oleh def yoke, dimana problem ini dapat disebabkan karena :


Flyback rusak. Kerusakan pada diode penyearah yang ada didalam tranfo flyback.
Tegangan heater kurang, yang dapat karena solderan kurang baik, konektor CRT soket kurang kontak, atau ada resistor heater yang molor nilainya.
Emisi katode tabung gambar lemah.


4.16 Raster kembang kempis (breathing). Untuk TV kualitas bawah adalah normal jika gambar nampak sedikit kembang kempis jika kontras atau britnes gambar berubah-ubah. Pada TV yang sederhana untuk mengkoreksi cacat breathing biasanya dipasang sebuah resistor power pada jalur B+ . Jika kontras atau britnes gambar bertambah akibatnya arus B+ akan bertambah dan mengakibatkan tegangan drops pada resistor bertambah besar (tegangan drops V = I x R). Akibatnya tegangan yang masuk ke horisontal output akan drops pula dan defleksi horisontal juga drops sehingga raster tidak jadi mengembang.



Pada TV layar besar biasanya dipasang sirkit anti breathing menggunakan pin-EHT input yang terdapat pada IC Jungel. Pulsa dari flyback dihubungkan ke pin-EHT dan dihubungkan dengan bagian koreksi EW yang akan otomastis mengendalikan Hor-size dan Vert-size. Disini pin-EHT juga difungsikan sebagai input X-ray protektor. Protektor akan aktip bekerja jika pulsa dari flyback over.



Problem kembang kempis dapat disebabkan :


Tergangan B+ problem, kerusakan pada bagian power suply.
Tranfo flyback rusak pada bagian tegangan tinggi.
Transistor HOT yang dipasang tidak cocok
Problem pada sirkit EHT input atau pada sirkit Koreksi EW
Untuk mengurangi problem kembang kempis, maka dapat dilakukan dengan cara mengurangi level britnes dan kontras gambar.


4.17 Timbul gangguan garis-garis kecil pada bagian pinggir kiri-kanan layar. Problem kadang disertai dengan timbulnya suara berisik dari tranfo flyback.

Kerusakan dapat disebabkan dari bagian filter PH1 atau AFC1 atau dari IC jungel yang kerjanya tidak normal.


4.18 Gambar melipat tegak lurus dibagian tengah layar. Atau timbul gangguan garis putih tegak lurus dibagian tengah layar. Problem dapat disebabkan karena :

Karakteristik transistor HOT berubah sehingga faktor penguatan menurun.
Kualitas Transistor HOT yang dipasang sebagai pengganti tidak baik, atau karakteristiknya tidak sama.
Problem pada sirkit bagian Horisontal driver sehingga HOT under drive.


4.19 Raster hanya berupa satu garis tegak lurus ditengah layar. Problem dapat disebabkan karena :

Konektor def yoke horisontal kendor atau hubungan ada yang putus
Kapasitor "S" rusak open. Ganti dengan nilai yang sama karena mempunyai pengaruh terhadap geometri gambar.


4.20 Cacat horisonal linear. Cacat ini menyebabkan bagian kanan layar gambar terkompresi. Gejala akan nampak jelas jika sedang menampilkan close up seorang penyiar dimana pundak kiri-kanan pemyiar nampak tidak simetri. Problem dapat disebabkan karena :

Coil horisontal linear terbakar.
Pemasangan coil horisontal linear terbalik polaritasnya.
Def Yoke diganti bukan aslinya.


4.21 Cacat pin-cushion, gambar tampak melengkung pada kedua sisi kiri-kanan layar. Problem dapat disebabkan karena :


Adjustment Parabola atau Pin-Amplifier pada EW geometri
Sirkit-Pin Cushion atau Koreksi EW ada part yang rusak atau jalur putus. Yang paling sering terjadi adalah kerusakan resistor atau transistor power pada Pin-driver amplifier.


4.22 Tegangan B+ drops. Pada saat bagian horisontal belum bekerja tegangan B+ normal, tetapi pada saat bagian horisontal bekerja tegangan B+ drops. Tegangan B+ drops dapat disebabkan karena problem pada bagian horisontal output, tetapi dapat juga disebabkan karena problem pada bagian power suply. Pada TV yang diperlengkai protektor OVP (over current protector) akan menyebabkan TV mati protek.



Problem pada bagian horisontal output yang dapat menyebabkan tegangan B+ drops antara lain adalah :

Kumparan def yoke rusak ada yang sedikit short
Kumparan flyback rusak ada yang sedikit short
Diode penyearah yang ada disekitar flyback ada yang short
Beban flyback over yang dapat disebabkan karena IC Vertikal Out short misalnya.


4.23 Membedakan penyebab tegangan B+ drops karena problem bagian horisontal atau karena problem bagian power suply. Dapat dilakukan dengan mengganti sementara beban B+ dengan lampu dop :

Sediakan 2 buah lampu dop 100w/220v dan masing-masing diberi kabel untuk penyambungan dengan panjang kurang lebih 30cm
Lepas sementara hubungan transistor HOT
Pasang kedua buah lampu secara paralel antra jalur B+ dengan ground sebagai beban pengganti transistor HOT.
Hidupkan power suply.
Jika tegangan B+ drops berarti bagin power suply yang problem.
Jika tegangan B+ normal berarti yang problem bagian horisontal.


4.24 Kerusakan kumparan def yoke disebabkan bagiaan tertentu kawat email ada yang terluka sehingga memicu terjadinya loncatan api antar kawat gulungan. Loncatan api ini lama kelamaan dapat menyebabkan gulungan disekitarnya ikut terbakar. Kerusakan umumnya disebakan karena adanya sejenis lem yang telah kering pada def yoke yang sifatnya berubah menjadi korosif dan merusak lapisan email.

Kadang pada malam hari terjadi pengembunan pada kaca tabung gambar sehingga didalam def yoke menjadi basah. Hal ini juga dapat memicu terjadinya kerusakan def yoke.



Jika kerusakan def yoke ringan maka biasanya menyebabkan raster nampak seperti trapesium. Tetapi keruskan parah dapat menyebabkan def yoke keluar api dan berasap, tegangan B+ drops atau transistor HOT rusak.